Selamat Datang di Kantor Pelayanan Jasa Publik

Penilaian Saham - Pendekatan Penilaian Saham PDF Print E-mail
Wednesday, 27 April 2011 10:20
Article Index
Penilaian Saham
Pengertian Bisnis
Pengertian Hak Kepemilikan Finansial
Pengertian Penilaian Saham
Pengguna dan Manfaat Penilaian Saham
Standar Nilai dalam Penilaian Saham
Proses Penilaian Saham
Peran KJPP dalam Penilaian Saham
Analisa Laporan Keuangan
Penyesuaian Laporan Keuangan
Analisa Rasio Keuangan
Analisa Resiko Perbankan
Analisa Posisi Risiko Usaha Bank
Analisa Rasio Permodalan
Analisa Efisiensi Usaha
Pendekatan Penilaian Saham
Penerapan Diskon dan Premi
All Pages

 

Pendekatan Penilaian Saham

1.Pendekatan Pasar

Berdasarkan SPI 2007, Pendekatan P asar membandingkan subyek bisnis yang sejenis, hak kepemilikan suatu bisnis dan sekuritas yang telah dijual di pasar.

Dalam Pendekatan Pasar terdapat 3 metode yaitu:

- Metode Perusahaan Terbuka sebagai Pembanding (Guideline Publicly Traded Company Method)

- Metode Pembanding Perusahaan Merger dan Akuisisi (Guideline Merged and Acquired Company Method)

- Metode Transaksi Sebelumnya (Prior Transactions Method)


a.Metode Perusahaan Terbuka sebagai Pembanding

Metode Perusahaan Terbuka sebagai Pembandingmemperkirakan nilai ekuitas atau nilai kapital dengan cara mengalikan suatu ukuran nilai yang diperoleh dari data transaksi jual beli dari perusahaan-perusahaan pembanding pada suatu variabel nilai.

Perusahaan pembanding harus dalam industri yang sama atau pada industri yang memiliki variabel ekonomi yang sama. Faktor-faktor yang dipertimbangkan antara lain:

- Kesamaan karakteristik dengan obyek bisnis, baik secara kualitatif dan kuantitatif

- Jumlah dan verifikasi data terhadap bisnis yang sejenis

- Apakah harga bisnis yang sejenis menggambar transaksi yang bebas ikatan (arm’s-length transaction)

 

Melakukan penyesuaian laporan keuangan terhadap perusahaan pembanding yaitu:

- Pos-pos non recurring, extraordinary, window dressing dan dampaknya terhadap perpajakan

- Menyamakan kebijakan akuntansi perusahaan pembanding seperti misalnya menyamakan metode penyusutan dan menyamakan kebijakan akuntansi untuk persediaan (dari LIFO ke FIFO)

- Pos-pos non operasi dan transaksi tidak wajar dengan pihak terafiliasi

 

Pada metode ini perusahaan pembanding yang digunakan merupakan perusahaan yang telah terdaftar di pasar modal Indonesia atau global dan melakukan transaksi minoritas.

Ukuran nilai adalah suatu angka pengali yang diperoleh dengan cara membagi harga saham atau harga kapital investasi dari perusahan pembanding dengan variabel yang relevan.

 

Model Ekuitas

Pada model ekuitas ini pembilangnya adalah Price (P) atau harga saham perusahaan pembanding. Angka pengali untuk ekuitas berupa:

P/Earnings : harga saham dibagi laba bersih. Cocok digunakan apabila tingkat depresiasi tidak terlalu tinggi

P/Gross Cash Flow : harga saham dibagi laba bersih ditambah beban non kas (depresiasi dan amortisasi). Cocok digunakan apabila jumlah depresiasi besar dan untuk perusahaan dengan kebijakan depresiasi yang berbeda.

P/Pre-tax Income : harga saham dibagi laba bersih sebelumnya pajak. Cocok digunakan apabila perusahaan mempunyai tingkat pajak yang abnormal selama waktu tertentu.

P/Sales : harga saham dibagi penjualan. Cocok digunakan apabila perusahaan pembanding memiliki karakteristik operasional yang mirip, seringkali digunakan untuk perusahaan jasa yang memiliki basis pelanggan setia.

P/Book Value : harga saham dibagi nilai buku ekuitas. Cocok digunakan jika baru saja dilakukan penilaian nilai pasar aset.

 

Model Kapital

Pada model kapital ini pembilangnya adalah Market Value Invested Capital (MVIC) atau harga saham pembanding ditambah hutang berbunga. Angka pengali untuk ekuitas berupa:

MVIC/EBITDA : MVIC dibagi laba bersih ditambah beban non kas (depresiasi dan amortisasi) dan bunga hutang

MVIC/EBIT : MVIC dibagi laba bersih ditambah bunga hutang

MVIC/Book Value : MVIC dibagi nilai buku ekuitas dan hutang berbunga

Indikasi nilai yang dihasilkan biasanya adalah nilai minoritas.

Metode Pembanding Perusahaan Merger dan Akuisisi

Metode ini hampir sama dengan Metode Perusahaan Terbuka sebagai Pembanding, perbedaannya adalah perusahaan pembanding yang digunakan adalah perusahaan yang melakukan transaksi mayoritas di pasar akuisisi dimana seluruh perusahaan dibeli dan dijual.

Indikasi nilai yang dihasilkan adalah nilai mayoritas.


2. Metode Transaksi Sebelumnya

Transaksi sebelumnya atas perusahaan yang dinilai dapat digunakan sebagai pembanding.

Berbagai macam tipe transaksi sebelumnya antara lain:

- Transfer kepemilikan seluruh kepemilikan mayoritas atau minoritas

- Pembelian atau penjualan kepemilikan minoritas

- Akuisisi perusahaan yang dinilai


Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam metode ini:

- Apakah transaksi tersebut merupakan transaksi yang bebas ikatan (arm’s-length transaction)

- Waktu penilaian, sehingga perlu dilakukan penyesuaian

- Kondisi ekonomi, perlu dilakukan penyesuaian untuk kondisi ekonomi yang berubah Nilai yang dihasilkan tergantung jenis transaksi.


b. Pendekatan Pendapatan

Berdasarkan SPI 2007, Pendekatan Pendapatan memperkirakan nilai suatu bisnis, hak kepemilikan bisnis atau sekuritas dengan menghitung nilai kini (present value) dari keuntungan yang diantisipasi.

Dalam Pendekatan Pendapatan terdapat 2 metode yaitu:

- Metode Diskonto Arus Kas (Discounted Future Economic Income Method)

- Metode Kapitalisasi (Capitalized Economic Income Method)

 

Metode Diskonto Arus Kas

Penerimaan kas diperkirakan untuk setiap periode di masa yang akan datang. Penerimaan ini dikonversi menjadi nilai oleh aplikasi tingkat diskonto menggunakan teknik nilai kini.

Rumus metode ini adalah:

Numerator

Manfaat atau pendapatan ekonomi yang wajib digunakan sebagai numerator:

- Arus Kas Bersih untuk Perusahaan (Free Cash Flow for the Firm)

- Arus Kas Bersih untuk Ekuitas (Free Cash Flow for the Equity)

Rumus Arus Kas Bersih untuk Ekuitas:

Net Income (after tax)

+ Non Cash Charges (contoh: amortisasi, depresiasi, deferred tax)

- Capex

+/- Changes in Net Working Capital

+/- Net Changes in Long Term Debt

= Free Cash Flow for the Equity

Rumus Arus Kas Bersih untuk Perusahaan:

 

Net Income (after tax)

+ Non Cash Charges (contoh: amortisasi, depresiasi, deferred tax)

- Capex

+/- Changes in Net Working Capital

+ Interest Expense, net of the tax expense [interest expense x (1-tax rate)]

= Free Cash Flow for the Firm

 

Denumerator

Biaya kapital merupakan denumerator, dan terdiri dari:

- Biaya Utang

- Biaya Ekuitas

Untuk mengestimasi biaya kapital ini digunakan Weighted Average Cost of Capital (WACC) dengan rumus:

Biaya Utang

Biaya utang didapatkan dari tingkat bunga dari lembaga keuangan normal.

Biaya Ekuitas

Biaya ekuitas terdiri dari:

1. Tingkat bunga bebas risiko (risk free rate) yang terdiri dari:

a. “Tingkat sewa” untuk penggunaan dana selama periode tertentu

b. Ekspektasi tingkat inflasi selama periode tertentu

2. Premi risiko (risk premium) yang terdiri dari:

a. Systematic risk yaitu risiko yang berhubungan dengan pergerakan pendapatan dari investasi pasar secara keseluruhan

b. Unsystematic risk yaitu risiko yang dimiliki oleh subyek investasi secara spesifik

Tingkat Bunga Bebas Risiko

Untuk tingkat bunga bebas risiko biasa digunakan Surat Utang Negara (SUN) dengan periode jangka panjang.

Premi Risiko

Investor memerlukan tambahan balikan untuk mendorong berinvestasi di ekuitas untuk mengkompensasi risiko tambahan dari investasi tersebut.

Untuk menghitung biaya ekuitas dapat digunakan:

- Capital Asset Pricing Model (CAPM)

- Build Up Model

Capital Asset Pricing Model (CAPM)

Pada model ini digunakan rumus:


dimana E(Ri) = balikan yang diharapkan dari individual sekuritas

Rf = tingkat bunga bebas risiko

B = beta

RPm = premi risiko pasar

Risiko sistematis diukur dengan menggunakan beta. Beta didapatkan dari pasar. Publikasi beta dari perusahaan yang diperdagangkan secara publik mencerminkan struktur kapital dari perusahaan yang bersangkutan, dan merupakan beta levered. Apabila struktur kapital perusahaan yang dinilai dengan struktur kapital perusahaan pembanding, maka beta tersebut perlu diunlevered. Beta unlevered merupakan beta dengan struktur kapital perusahaan yang tidak mempunyai utang.

Tahapan yang dilakukan adalah:

1. Menghitung unlevered beta dari perusahaan pembanding


Dimana Bu = Beta unlevered

Bl = Beta levered

t = pajak

Wd = persentase utang pada struktur kapital

We = persentase ekuitas pada struktur kapital

2. Menghitung rata-rata atau median dari unlevered beta

3. Me-relevered beta yang didapatkan sesuai dengan struktur kapital perusahaan yang dinilai


Build Up Model

Pada model ini digunakan rumus:


dimana E(Ri) = balikan yang diharapkan dari individual sekuritas

Rf = tingkat bunga bebas risiko

RPm = premi risiko pasar

RPs = premi ukuran

Rpu = premi risiko spesifik perusahaan


Metode Kapitalisasi

Dalam kapitalisasi (langsung) pendapatan, tingkat penerimaan dibagi dengan tingkat kapitalisasi atau dikalikan dengan pengganda pendapatan untuk mengkonversi pendapatan menjadi nilai.

Perbedaan antara metode kapitalisasi dengan metode diskonto arus kas adalah:

- Tingkat diskon mengkonversi semua arus pendapatan mendatang menjadi nilai sekarang

- Tingkat kapitalisasi mengkonversi hanya satu pendapatan menjadi nilai sekarang

Metode ini menggunakan 2 model yaitu:

1. Perpetual Economic Income Stream Model

2. Constant Growth Model (dengan variasi Gordon Growth Model)

Perpetual Economic Income Stream Model

Rumus yang digunakan pada model ini adalah


dimana E = ekspektasi pendapatan ekonomi pada tiap periode

k = tingkat diskon

dan


dimana c = tingkat kapitalisasi


Constant Growth Model

Rumus yang digunakan pada model ini adalah


dimana E1 = ekspektasi pendapatan ekonomi pada periode ke-1

k = tingkat diskon

g = tingkat pertumbuhan


Gordon Growth Model

Rumus yang digunakan pada model ini adalah


dimana Eo = ekspektasi pendapatan ekonomi pada periode sekarang

k = tingkat diskon

g = tingkat pertumbuhan


c. Pendekatan Aset

Berdasarkan SPI 2007, Pendekatan Aset didasarkan oleh prinsip substitusi, yaitu sebuah aset bernilai tidak lebih dari biaya untuk menggantikan seluruh bagiannya.

Dalam pendekatan ini terdapat 2 metode yaitu:

- Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan (Excess earning method)

- Metode Penyesuaian Aktiva Bersih (Asset accumulation method)

Metode Kapitalisasi Kelebihan Pendapatan

Pendapatan yang dihasilkan = kontribusi produktif dari aktiva yang dimiliki baik berwujud maupun tak berwujud

Pada metode ini, aktiva tak berwujud dinilai secara kolektif.

Pendapatan suatu perusahaan yang digunakan merupakan hasil dari produktivitas aktiva berwujud maupun tidak berwujud. Setiap kelebihan pengembalian (excess return atau earning) yang diperoleh diatas pengembalian normal (normal return) atas aktiva berwujud, diperhitungkan sebagai pengembalian dari aktiva tidak berwujud secara kolektif.

Penilaian secara kolektif aktiva tak berwujud diperoleh dengan mengkonversi (mengkapitalisasi) kelebihan pendapatan atau imbal balik tersebut, dengan tingkat kapitalisasi yang relevan dan yang diperhitungkan untuk aktiva tak berwujud.

Penggunaan metode ini adalah untuk menilai ekuitas bersifat operasi ( operating company ) dengan tingkat pertumbuhan pendapatan & laba yang relatif stabil.

Tahapan yang dilakukan pada metode ini adalah:

1. Melakukan estimasi nilai aktiva berwujud bersih yang dilakukan dengan standar penilaian aset

2. Melakukan estimasi tingkat pendapatan ekonomi yang telah disesuaikan

3. Mengkuantifikasi jumlah kelebihan pendapatan dengan cara:

a. Mengestimasi tingkat balikan wajar pada estimasi nilai aktiva berwujud bersih

b. Mengalikan estimasi nilai aktiva berwujud bersih (cara 1) dengan estimasi tingkat balikan wajar

c. Mengurangkan tingkat wajar pada nilai aktiva berwujud bersih dari estimasi tingkat pendapatan ekonomi yang telah disesuaikan (cara 2)

d. Hasil pengurangan tersebut disebut kelebihan pendapatan dan merupakan jumlah pendapatan ekonomi diatas tingkat balikan wajar pada nilai aktiva berwujud bersih pada perusahaan yang bersangkutan

4. Melakukan estimasi tingkat kapitalisasi langsung yang sesuai untuk diaplikasikan pada kelebihan pendapatan ekonomi. Kelebihan pendapatan ini merupakan kelebihan ekonomi pada nilai tak berwujud

5. Mengkapitalisasi kelebihan pendapatan ekonomi pada tingkat kapitatlisasi langsung tersebut

6. Menjumlahkan nilai pada cara 1 dan cara 5. Hasil penjumlahan tersebut mengindikasikan nilai dari perusahaan tersebut

7. Melakukan pengecekan dengan mengkalkukasi keseluruhan tingkat kapitalisasi yang digunakan:

Metode Penyesuaian Aktiva Bersih

Pada metode ini, aktiva tak berwujud diidentifikasi dan dinilai secara individual.

Metode ini wajib digunakan untuk menilai:

- Ekuitas suatu perusahaan dimana Nilai perusahaan sangat bergantung pada Nilai aktiva tetap (a heavy based on fixed assets company), seperti perusahaan real estat;

- Ekuitas dari Perusahaan Induk (holding company);

- Perusahaan yang tidak memiliki riwayat pendapatan yang mempunyai prospek positif, perusahaan yang memiliki pendapatan yang berfluktuasi, atau perusahaan yang diragukan kemampuannya untuk melanjutkan operasi yang bersifat going concern, seperti perusahaan yang baru berdiri (start up company) atau perusahaan yang berada dalam kesulitan untuk memperoleh pendapatan (trouble companies);

- Perusahaan yang memiliki dan/atau menguasai aktiva berwujud dalam jumlah yang signifikan;

- Perusahaan yang memiliki tenaga kerja yang memberikan nilai tambah relatif kecil terhadap barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan; atau

- Perusahaan yang memiliki aktiva tidak berwujud dalam jumlah yang tidak signifikan.

Tahapan yang dilakukan pada metode ini adalah:

1. Memperoleh atau mengembangkan neraca yang berbasis biaya

2. Menentukan aset dan kewajiban pada neraca berbasis biaya yang memerlukan penyesuaian revaluasi

a. kas dan setara kas dinilai sesuai dengan nilai yang tercantum dalam neraca (face value);

b. piutang dan ekuivalen piutang yang diperhitungkan dalam penilaian adalah piutang dan ekuivalen piutang yang diyakini dapat ditagih;

c. surat berharga yang diperdagangkan atau penyertaan pada perusahaan lain wajib disesuaikan menjadi Nilai Pasar Wajar (Fair Market Value); dan

d. persediaan dinilai kembali atas dasar nilai pasar setelah dikurangi biaya-biaya yang berkaitan dengan persediaan dengan memperhatikan kebijakan masuk pertama keluar pertama (First In First Out/FIFO).

e. Penilaian atas aktiva tetap berwujud (fixed tangible assets) wajib dilakukan sesuai dengan metode yang berlaku dalam penilaian properti sesuai dengan Premis Nilai yang ditetapkan.

3. Mengidentifikasi off-balance sheet aset tak berwujud atau aset kontingen yang harus dikenali dan dinilai. Komponen aktiva tidak berwujud yang dinilai wajib mempunyai kriteria sebagai berikut:

a. dapat diidentifikasi dan dijelaskan secara terperinci;

b. dapat memberikan manfaat ekonomi yang dapat diukur bagi pemilik Obyek Penilaian;

c. memiliki potensi untuk menghasilkan aset lainnya dan/atau mampu menciptakan nilai tambah terhadap aset lain tersebut;

d. merupakan subyek hak milik (right of private ownership) yang dapat dialihkan secara hukum (legally transferable);

e. dapat diakui dan dilindungi; dan

f. memiliki jangka waktu manfaat ekonomis.

penilaian aktiva tidak berwujud wajib dilakukan dengan:

a. menggunakan metode yang mempertimbangkan manfaat ekonomi yang dihasilkan oleh aktiva tidak berwujud tersebut;

b. mendasarkan pada harga pasar dari aktiva tidak berwujud; atau

c. mendasarkan pada biaya yang wajib dikeluarkan untuk menciptakankembali (cost of recreation) pada saat ini dengan memperhatikan sisa umur manfaat (remaining useful life) dari aktiva tidak berwujud.

4. Mengidentifikasi off-balance sheet atau kewajiban kontingen yang harus dikenali dan dinilai, dengan cara

a. Utang atau kewajiban dinilai sesuai dengan nilai yang tercantum dalam neraca (face value), kecuali terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi.

b. Surat utang dinilai atas dasar nilai pasar.

5. Mengestimasi nilai dari berbagai akun aset dan kewajiban yang diidentifikasi pada cara 2 sampai 4

6. Menyusun neraca berbasis nilai, berdasarkan indikasi nilai hasil kesimpulan dari cara 1 sampai 5 dan mengkuantifikasi nilai subyek




Last Updated on Thursday, 12 May 2011 15:08
 

Information Highlight

Studi Kelayakan

  Pengertian Studi kelayakan bisnis adalah kajian tentang berhasil tidaknya suatu bisnis dilaksanakan dengan menguntungkan secara terus menerus.       Pihak yang Berkepentingan - Pelaku bisnis dan investor ... Read more

Penilaian Aset Tak berwujud

    Pengertian Berdasarkan SPI 2007, aset tak berwujud adalah aset yang mewujudkan dirinya melalui properti-properti ekonomis dimana aset ini tidak mempunyai substansi fisik. Jenis-Jenis Aset Tak Berwujud Aset tak berw... Read more

Penilaian Saham

    Pengertian Bisnis Berdasarkan SPI 2007, badan usaha adalah entitas komersial, industri, jasa atau investasi yang menjalanka kegiatan ekonomi. Badan usaha biasanya bersifat mencari keuntungan ya... Read more

Penilaian Aset

      Pengertian Real Properti Menurut SPI 2007, pengertian real properti adalah hak perseorangan atau badan untuk memiliki, dalam arti menguasai tanah dengan suatu hak atas tanah, ... Read more

Copyright 2010 KJPP Tri, Santi & Rekan